Detail Berita

  • Home -
  • Detail Berita
research
  • 03 Nop 2021

STMIK Ichsan Gorontalo Selenggarakan Prosesi Wisuda Lulusan Program Sarjana dan Diploma Angkatan XIX Secara Luring

STMIK Ichsan Gorontalo menyelenggarakan prosesi wisuda bagi lulusan program Sarjana, dan Diploma Angkatan ke XIX pada hari Rabu, 3 November 2021. Wisuda kali ini dilaksanan secara luring atau offline di Sumber Ria Ballroom, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua STMIK Jorry Karim, M.Kom (kiri) saat melantik salah satu wisudawati.

Ketua STMIK Ichsan Gorontalo, Jorry Karim, M.Kom dalam pidato pembukaan prosesi wisuda. Disampaikan bahwa wisuda adalah tonggak yang sangat penting dalam seseorang meraih gelar pendidikan. Oleh sebab itu, STMIK Ichsan Gorontalo sangat menyadari bahwa para wisudawan begitu mendambakan wisuda bisa dilaksanakan secara luring dengan menggunakan toga kebangaan, menikmati prosesi wisuda dengan teman seperjuangan, serta merasakan kebahagiaan bersama.

Karena situasi di tengah pandemi Covid-19, maka wisuda kali ini dilaksanakan dengan prosedur yang sangat berbeda dengan wisuda-wisuda sebelumnya. Terutama dalam penerapan protokol kesehatan, semuanya direncanakan dan dilaksanakan dengan sangat ketat.

Karena itu sebelum pelaksanaan prosesi wisuda, STMIK Ichsan Gorontalo telah mewajibkan seluruh calon wisudawan, termasuk panitia penyelenggara dan pihak terkait, wajib untuk menjalani rapid test Covid-19. Bagi yang hasilnya reaktif, dapat mengikuti prosesi wisuda secara daring yang disiarkan langsung via aplikasi zoom.

Ketua STMIK Ichsan Gorontalo juga menyampaikan agar seluruh pihak yang mengikuti prosesi wisuda tetap menjaga kesehatan secara bersama-sama dengan benar-benar menerapkan protokol kesehatan sebagaimana telah ditetapkan pemerintah. Selain itu wisudawan diwajibkan memakai masker dengan tepat, juga menggunakan hand sanitizer serta tetap menjaga jarak.

Dengan berbagai prosedur dan protokol kesehatan yang ketat tersebut, maka Ketua STMIK Ichsan Gorontalo menyampaikan kebanggaannya karena STMIK dapat menyelenggarakan wisuda secara konsisten. Karenanya Ketua STMIK Ichsan Gorontalo berharap agar momen wisuda ini dapat dijadikan tonggak penting di dalam kehidupan para lulusan, dan menjadi titik tolak untuk bisa mendapatkan pencapaian prestasi yang lebih baik.


Suasana acara wisuda STMIK Ichsan Gorontalo secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat.

 

STMIK Ichsan Gorontalo telah membangun komitmen tinggi dan kepedulian yang besar terhadap kualitas pendidikan para mahasiswa selama menempuh perkuliahan. Karenanya diharapkan para lulusan STMIK Ichsan Gorontalo dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kompetensi, profesional, dan berbudi prkerti luhur.

Selain itu juga diharapkan para lulusan STMIK Ichsan Gorontalo dapat bersaing di pasar kerja Indonesia dan global, atau berwirausaha dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru. Dan yang penting adalah tetap menjaga nama baik almamater serta tetap jalin silaturahmi dengan civitas akademika STMIK Ichsan Gorontalo.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula pidato oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc. Disampaikan, meskipun sudah hampir 18 bulan bekerja dan belajar dari rumah serta melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, diharapkan kesadaran menerapkan pola hidup bersih dan sehat tetap dijadikan prioritas.

“Meskipun sudah 18 bulan lamanya melakukan penyesuaian, diharapkan dengan melihat situasi seperti ini kesadaran untuk hidup bersih dan sehat menjadi prioritas, meningkatkan solidaritas manusia yang kian terjalin, serta semangat kolaborasi Perguruan Tinggi akan semakin produktif menghasilkan produk-produk inovasi,” kata Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc.

Bagi dunia pendidikan tinggi, momen pandemi ini justru menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki ekosistem pendidikan. Menurutnya, perguruan tinggi harus lebih responsif menghadapi tantangan yang ada. Dengan merdeka belajar kampus merdeka, perguruan tinggi baik dosen dan mahasiswa akan saling bersinergi untuk menghasilkan terobosan dan prestasi.

“Dari pandemi pun kita belajar bahwa memiliki sumber daya manusia yang unggul dan tangguh sangatlah penting. Indonesia butuh orang yang inovatif dan mampu beradaptasi secara cepat untuk menghadapi era disrupsi ini. Oleh sebab itu, saya berharap lulusan STMIK dapat menjadi generasi bangsa yang memiliki pandangan optimis terhadap masa depan, serta menjadikan tantangan sebagai peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.